Showing posts with label resensi. Show all posts
Showing posts with label resensi. Show all posts

December 11, 2014

Mourning Grave (2014)

pukul 11:20:00 AM 0 komentar ajaib

Terlanjur jadi fans beratnya mas Kang Haneul, sampai-sampai saya yang anti nonton film horor ini pun memutuskan untuk nonton "Mourning Grave". Nggak terlalu horor sih, bahkan mungkin untuk pencinta horor film ini sama sekali tidak horor. Tapi tetep saja untuk saya, efek back sound yang ngagetin dan muka hantu yang dizoom sudah cukup untuk membuat badan saya meriang.




Sedikit tentang Mourning Grave
Director: Oh In-Chun
Writer: Lee Jong-Ho
Producer: Lee Hong-Ho, Joo Sung-Ho, Lee Sang-Hun
Cinematographer: Kwon Sang-Joon

Insoo (Kang Haneul) memiliki keahlian dapat melihat hantu. Karena kelebihannya itu dia juga dijauhi teman-temannya, dan karena itu juga dia sering diikuti hantu yang meminta toling. Insoo akhirnya memutuskan pindah dari Seoul ke sebuah daerah / desa kecil tempat tinggal pamannnya yang juga tempat tinggalnya saat dia masih kecil. Insoo menyadari ada hal aneh yang terjadi di sekolah barunya, terutama kelasnya. Dia juga bertemu hantu cantik (Kim Sooeun) yang hanya ingin teman bicara,  serta hantu bermasker. Saat pelajaran tiba-tiba dia melihat hantu bermasker di jendela kelasnya, semenjak itu dia penasaran dengan hantu bermasker. Dan perlahan beberapa teman di kelas Insoo menghilang satu persatu.

September 20, 2014

Tazza : The High Rollers (2006)

pukul 12:06:00 PM 0 komentar ajaib
Alasan sederhana saya untuk nonton film ini adalah karena saya mau nonton  Tazza 2 (karena ada Choi Seunghyun alias TOP) yang katanya masih memiliki hubungan dengan Tazza ini, supaya nantinya saya nyambung dengan Tazza 2. Niatnya seperti itu, tapi malah menikmati banget Film yang berdurasi hampir dua setengah jam ini.

Tazza The High Rollers ini diangkat dari komik terkenal yang juga berjudul Tazza karya komikus terkenal Korea Huh Young Man. Film ini berset dipertengahan tahun90an bercerita tentang si Goni (Choi Seung Woo) yang ikutan judi ketika dia melihat orang bermain judi di tempat kerjanya, judi yang dia mainkan di film ini adalah permainan kartu Hwatu (yang secara literatur berarti 'War of Flowers') yang cukup terkenal di Korea.Goni pun akhirnya ketagihan bermain Hwatu hingga menguras semua uangnya, bahkan diam-diam mengambil uang hasil kerja keras kakaknya. Akhirnya Goni terkena tipu oleh sekelompok penipu dalam perjudian, uang milik kakaknya pun ludes begitu saja. Goni-pun memutuskan untuk mencari mereka, hingga sampai di sebuah tempat perjudian dia bertemu master Hwatu yang bijaksana Pyung Gu Jang (Baek Yoon Sik). Goni akhirnya meminta dijadikan murid oleh master tersebut untuk mempelajari Hwatu agar bisa mendapatkan kembali uang kakaknya. Setelah menjadi murid Pyung Gu Jang, Goni mengikuti masternya untuk bermain Hwatu di beberapa daerah. Saat itulah Goni masuk ke dalam dunia Tazza dimana tangan lebih cepat dari mata, bahwa penipuan adalah hal yang wajar dalam permainan, dan dimana tidak ada teman ataupun musuh yang abadi. Di suatu daerah, Master Pyung dan Goni bekerjasama untuk bermain Hwuatu dengan Madam Jung. Madam Jung ini mempunyai tempat perjudian, meminjamkan uang untuk berjudi, dan pandai menipu orang  agar tetap berjudi.Goni pun tertarik dengan madam Jung dan memutuskan untuk terus bermain Hwatu menjadi anak buah madam Jung dan meninggalkan master Pyung yang kembali pulang.

Suatu hari Goni mendapat kabar bahwa master Pyung dibunuh dan salah satu pergelangan tangannya dipotong. Goni langsung menuduh Aw-kwi (Kim Yun Seok) - seorang master Hwatu lainnya yang terkenal akan kekejamannya- sebagai pembunuh master Pyung. Goni yang naik pitam berusaha untuk menemukan dan membalaskan dendamnya pada Awkwi. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk berpisah dari madam Jung dan mencari Awkwi. Goni mencari Awkwi dari satu tempat perjudian ke tempat perjudian lainya bersama patner barunya Ko Kwang Ryeol (Yoo Haejin), mereka juga bekerjasama untuk menipu penjudi lainnya. Bagaimana perjalan Goni? Atau bagaimana Goni membalaskan dendam nya pada Awkwi? Atau apa alasan master Jung dibunuh? Kalian harus tonton sendiri supaya lebih memuaskan.

Secara keseluruhan ceritanya menarik, alurnya juga cukup nggak bikin orang ngantuk dan bosen, kalau akting para aktornya nggak perlu diragukan. Jadi nggak sabar nonton Tazza 2, katanya sih karakter yang diperankan oleh TOP adalah ponakan dari si Goni ini. Referensi banget buat yang bosen drama atau film yang monoton action karena film ini fokus kebeberapa hal yaitu trik permainan kartu, penipuan, dan yah sedikit action yang menurut saya lebih tepat dikategorikan sebagai adegan kekerasan.Sedangkan romance, hampir tidak terasa di film ini. Tapi perlu diingat ya karena ini film yang berhubungan dengan perjudian tentu tidak diperuntukan untuk anak dibawah umur karena terdapat adengan kekerasan dan adegan dewasa lainya.

June 21, 2014

Gap Dong (Memories of Murder)

pukul 7:52:00 AM 0 komentar ajaib

Ketertarikan saya menonton drama ini adalah hampir semua aktornya adalah aktor favorit saya yang nggak pernah mengecewakan aktingnya. Yoon sanghyun, Kim Jiwoon, Sung Dongil dan Lee Joon adalah aktor-aktor favorit saya. Untuk Lee Joon, sekalipun dia adalah idol aktor tapi dia bukan bias saya di dunia perKpop-an seperti Choi Seunghyun (TOP Bigbang). Saya akui komentar saya di setiap drama atau film choi seunghyun dan member Bigbang lainnya selalu kurang (bahkan tidak) objektif. Tapi berbeda untuk Lee Joon, saya menyukai dia di dunia per-aktingan bukan per-idolan.
Drama yang episode terakhirnya akan diputar hari ini memiliki genre kriminal, misteri, action, thriller dan melodrama. Cerita Gapdong ini terinspirasi dari pembunuhan berantai di Hwaseong Korea Selatan tahun 1986-1991. Sepuluh perempuan ditemukan terikat, telah diperkosa dan dibunuh. Pembunuhan ini merupakan salah satu pembunuhan terkejam di korea selatan yang pembunuhnya tidak tertangkap. Cerita gapdong di awali dengan pembunuhan berantai beberapa wanita di kota Iltan (kota ini kota fiktif untuk drama) pada tahun 1993-1996, pembunuh dari kasus ini disebut sebagai Gap Dong. Pada saat itu Yang Chulgon (Sung Dongil) seorang detektif menuduh Ha Ilsik yang memiliki kelainan mental sebagai pembunuh. Apalagi suatu hari Yang Chulgon menemukan Ha Mooyeom (anak dari Hal Ilsik) membakar jaket ayahnya yang bersimbah darah. Yang Chulgon memaksa Ha Ilsik untuk mengaku dan berusaha untuk menangkapnya, tetapi Ha Mooyeom kecil melarang Ha Ilsik untuk mengaku, alhasil Ha Ilsik bunuh diri untuk membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah.
17 tahun kemudian Ha Mooyeom (Yoon Sanghyun)  menjadi seorang polisi karena kematian ayahnya dan obsesinya terhadap Gap Dong. Suatu hari di sebuah penjara klinik terdapat tulisan besar "aku Gap Dong" di hari Yang Cheolgon kembali bekerja di Iltan. Tulisan ini mengundang ketertarikan Ha Mooyeom, Oh Maria (Kim Minjung) seorang psikiater yang memutuskan untuk bekerja di penjara klinik, Yang Cheolgon, dan Ryu Taeoh (Lee Joon) seorang tahanan di penjara klinik yang jenius.
Tidak berselang lama dari keluarnya Ryu Taeoh dari penjara klinik, terjadi pembunuhan berantai sama persis seperti Gap Dong 17tahun yang lalu. Di duga bukan Gap Dong lama yang melakukannya tetapi copycat alias peniru Gap Dong. Yang Cheol Gon dan Ha mooyeom menyelidiki siapa Gap Dong asli dan Gap Dong peniru ini, serta mencegah terjadinya pembunuhan selanjutnya. Sedangkan Oh Maria  berusaha mencari Gap Dong di dalam penjara klinik, dengan rahasia bahwa dia adalah satu-satunya saksi dan korban yang selamat dari Gap Dong 17 tahun yang lalu. Suatu kebetulan yang lain adalah Ma Jiwool (Kim Jiwoon) seorang webtoonis - yang menyukai Ha MooYeom ini - membuat webtoon tentang pembunuhan berantai yang sama persis dengan pembunuhan yang dilakukan Gap Dong baru.
Plot dan konsep cerita cukup menarik, terutama di awal. Saya yang bukan pencinta genre misteri, thriller, dan kriminal pun cukup menikmati drama ini. Totalitas para aktor hampir menyerupai film dengan genre yang sama. Padahal biasanya aktor di film lebih total dari pada di drama (menurut saya ya!). Tetapi saya sempat ingin menyerah menonton drama ini di pertengahan episode. Ketika 'Gap Dong baru' mulai terungkap, alur cerita berubah menjadi lambat dan berbelit-belit, seolah-olah writer mengulur-ulur episode. Untungnya cerita kembali ke jalurnya, setelah 'Gap Dong baru' terungkap dan pencarian 'Gap Dong asli'. Well, yang menjadi Gap Dong bener-bener nggak terduga untuk saya. Mungkin ini kenapa selalu disebutkan, "setiap orang bisa menjadi Gap Dong.". Recomended buat yang suka genre kriminal misteri. Dan yang gak suka nonton drama dengan idol di dalamnya pun nggak usah khawatir, karena Lee Joon nggak pernah ngecewain untuk akting sinting-sinting kayak gini. :)

 

Pankkaebi Blog! Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review